Peran Pengurus Perempuan PGRI (DKP) dalam Menggerakkan Literasi Sekolah

Pengurus Perempuan PGRI melalui Badan Pembina Lembaga Pendidikan (BPLP) atau Dewan Kehormatan Guru, serta secara spesifik dalam wadah Dewan Khusus Perempuan (DKP) PGRI, memegang peran yang sangat strategis dalam mempercepat roda literasi di lingkungan sekolah. Sebagai pilar penggerak, pengurus perempuan tidak hanya berfokus pada kemampuan membaca-menulis konvensional, tetapi juga mengarahkan literasi ke ranah digital, finansial, dan emosional.

Berikut adalah peran-peran kunci yang dimainkan oleh Pengurus Perempuan PGRI (DKP) dalam menggerakkan literasi sekolah:

1. Menjadi Motor Penggerak Program “Ibu Literasi” di Sekolah

Pengurus perempuan PGRI sering kali memelopori pendekatan literasi berbasis kasih sayang dan kedekatan emosional.

2. Peningkatan Kompetensi Guru Perempuan dalam Literasi Digital

Di era transformasi digital, literasi tidak lagi terbatas pada buku cetak. DKP PGRI mengambil peran penting dalam mengikis kesenjangan digital (digital gap) di kalangan guru.

3. Penguatan Komunitas Belajar (Kombel) Berbasis Perempuan

Melalui jaringan PGRI yang mengakar hingga ke tingkat cabang dan ranting, pengurus perempuan mengoptimalkan fungsi Komunitas Belajar sebagai wadah berbagi praktik baik (best practices).

Strategi DKP PGRI Implementasi di Sekolah Dampak Terhadap Literasi
Arisan Ilmu / Diskusi Rutin Pertemuan berkala guru-guru perempuan untuk membedah buku atau metode mengajar terbaru. Meningkatkan budaya literasi dan kebiasaan membaca di kalangan pendidik sendiri.
Workshop Penulisan Karya Ilmiah Pendampingan penulisan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) atau artikel ilmiah bagi guru perempuan. Membantu guru perempuan menembus syarat kenaikan pangkat sekaligus meningkatkan literasi menulis.

4. Advokasi Penyediaan Sarana Literasi yang Inklusif

Sebagai bagian dari organisasi profesi yang memiliki posisi tawar kuat terhadap kebijakan pemerintah daerah, DKP PGRI melakukan advokasi untuk pemenuhan fasilitas literasi.

  • Revitalisasi Perpustakaan Sekolah: Mendorong pihak sekolah memanfaatkan dana BOS secara optimal untuk memperbarui koleksi buku, menyediakan majalah dinding, hingga membangun pojok baca (reading corner) yang nyaman di setiap sudut kelas.

  • Akses Literasi Khusus Daerah 3T: Memastikan guru-guru perempuan yang bertugas di wilayah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T) mendapatkan suplai bahan bacaan yang memadai serta pelatihan literasi yang setara dengan daerah perkotaan.

Kesimpulan

Peran Pengurus Perempuan PGRI (DKP) bukan sekadar pelengkap, melainkan penggerak utama (agent of change) yang menyuntikkan nilai-nilai empati, ketekunan, dan inovasi dalam gerakan literasi sekolah. Dengan memperkuat literasi di kalangan guru perempuan, efek dominonya akan langsung dirasakan oleh anak-anak didik di ruang kelas serta lingkungan keluarga di rumah.

About admin

Share a little biographical information here to fill out your profile as the author. Just fill the "Biographical Info" form in the User Profile section in your Dashboard. Also... use your email that connect with Gravatar, so your pict will appear in the left.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Scroll To Top